Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Kerja Pada Pemanen Buah Kelapa Sawit Di Perkebunan Pt.Gruti Lestari Pratama Mandailing Natal

Factors Related to Work Fatigue in Oil Palm Fruit Harvesters at the PT. Gruti Lestari Pratama Mandailing Natal Plantation

  • Anggi Cahya Utari Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan, Indonesia
  • Fatma Indriani Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan, Indonesia
Keywords: Kelapa Sawit, Kelelahan Kerja, Umur, Beban Kerja, Status Gizi, Masa Kerja

Abstract

Kelelahan kerja merupakan masalah kesehatan yang serius bagi pemanen kelapa sawit karena dapat menurunkan efisiensi kerja, meningkatkan risiko kecelakaan, dan berdampak negatif terhadap produktivitas. Pemanen kelapa sawit di PT. Gruti Lestari Pratama menghadapi berbagai tantangan fisik seperti mengangkat tandan buah sawit yang mencapai 25-30 kg, melakukan gerakan berulang, dan bekerja dalam kondisi cuaca ekstrem dengan target produksi 2-3 ton per hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada pemanen buah kelapa sawit di perkebunan PT. Gruti Lestari Pratama Mandailing Natal, khususnya hubungan antara umur, beban kerja, status gizi, dan masa kerja dengan tingkat kelelahan kerja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain observasi analitik dan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pemanen buah kelapa sawit yang bekerja di PT. Gruti Lestari Pratama Mandailing Natal berjumlah 180 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan probability sampling dengan rumus Lemeshow. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Mei 2025 di Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara. Hasil analisis menunjukkan bahwa semua variabel yang diteliti memiliki hubungan positif dengan kelelahan kerja. Variabel umur menunjukkan hubungan sangat kuat dengan koefisien korelasi (r) = 0,003 dan p-value = 0,977. Beban kerja memiliki hubungan positif dengan r = 0,028 dan p-value = 0,781. Status gizi menunjukkan hubungan kuat dan positif dengan r = 0,044 dan p-value = 0,661. Masa kerja memiliki hubungan sangat kuat dan positif dengan r = 0,024 dan p-value = 0,807. Terdapat hubungan yang signifikan antara umur, beban kerja, status gizi, dan masa kerja dengan kelelahan kerja pada pemanen buah kelapa sawit di PT. Gruti Lestari Pratama Mandailing Natal.

References

Agustinawati, K. R. (2021). Hubungan Antara Beban Kerja Dengan Kelelahan Kerja pada Pengerajin Industri Bokor di Desa Menyali. Jurnal Medika Udayana, 9(9), 1–7.
Alfikri, R., Halim, R., Syukri, M., Nurdini, L., & Islam, F. (2021). Status Gizi dengan Kelelahan Kerja Karyawan Bagian Proses dan Teknik Pabrik Kelapa Sawit. Jurnal Kesehatan Komunitas, 7(3), 271–276. https://doi.org/10.25311/keskom.vol7.iss3.983
Aminah, R. A. S., & Porusia, M. (2024). Hubungan masa kerja, jenis kelamin dan iklim kerja dengan kelelahan kerja di PT Batik X. Holistik Jurnal Kesehatan, 18(5), 652–659. https://doi.org/10.33024/hjk.v18i5.284
Aprilia, C. A., Marisdayana, R., & Suroso, S. (2022). Faktor–Faktor Yang Berhubungan Dengan Produktivitas Kerja Pada Karyawan Pabrik Tahu. Lontara Journal of Health Science and Technology, 3(2), 143–150. https://doi.org/10.53861/lontarariset.v3i2.310
Farha, S., Sefrina, L. R., & Elvandari, M. (2022). Hubungan Status Gizi dengan Kelelahan Kerja Pada Karyawan di PT. X. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 8(7), 368–373.
Fitriani, V. Al, Nugroho, N. B., & Pane, D. H. (2023). Implementasi Metode Vikor Dalam Memilih Pemanen Buah Kelapa Sawit Terbaik. Jurnal Sistem Informasi Triguna Dharma (JURSI TGD), 2(2), 284. https://doi.org/10.53513/jursi.v2i2.6267
Kementrian Kesehatan. (2016). Profil Kesehatan.
Maharja, R. (2015). ANAlISIS TINGKAT KELELAHAN KERJA BERDASARKAN BEBAN KERJA FISIK PERAWAT DI INSTALASI RAWAT INAP RSU HAJI SURABAYA. The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health, 4(1), 93. https://doi.org/10.20473/ijosh.v4i1.2015.93-102
Melani Fitriana, N. I. (2023). Hubungan Durasi Kerja dan Usia Pekerja dengan Perasaan Kelelahan Kerja. Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat, 2(2), 53–61. https://doi.org/10.69883/jlkm.v2i2.27
Putri Pasaribu, N. M., & Susilawati, S. (2024). Faktor-Faktor Kelelahan Kerja Pada Pekerja di Perusahaan: Literatur Review. Alahyan Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin, 2(2), 172–180. https://doi.org/10.61492/ecos-preneurs.v2i2.137
Rani, Y. S. (2023). Analisis Faktor-Faktor Kelelahan Kerja Pada Pengemudi Transportasi Darat. Journal of Health and Medical Research , 3(2), 273–279.
Rusila, Y., & Edward, K. (2022). Hubungan Antara Umur, Masa Kerja dan Beban Kerja Fisik dengan Kelelahan Kerja pada Pekerja di Pabrik Kerupuk Subur dan Pabrik Kerupuk Sahara di Yogyakarta. Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat, 1(1), 39–49.
Safitri, W. F. E., & Susilowati, I. H. (2023). Shift Kerja, Masa Kerja, dan Lama Merokok sebagai Determinan Kelelahan Kerja pada Pekerja. Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes, 14(4), 666–670.
Sanur, D. C., Suwandi, T., & Muhamadiah, M. (2021). Analisis Kepatuhan Pekerja Dengan Kejadian Kecelakaan Kerja Pada Pt.X Tahun 2019. Al-Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sciences), 9(1), 1–9. https://doi.org/10.35328/kesmas.v9i1.928
Sari, M., Pardede, A. M. H., & Saragih, R. (2021). Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Karyawan Pemanen Kelapa Sawit Terbaik Menggunakan Metode Moora. Jurnal Pelita Indonesia, 2(2), 265–276.
Syukur, A., Setiaji, H., Paulina, P., & Kastari, S. (2024). Hubungan Beban Kerja Dengan Kelelahan Kerja Pada Pemanen Sawit Di Perkebunan Pt X Tahun 2023. Journal of Environmental Health and Sanitation Technology, 3(1), 17–20. https://doi.org/10.30602/jehast.v3i1.284
Published
2026-02-28
Section
Article