Strategi Peningkatan Kinerja Petugas Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) Di Kecamatan Una- Una Kabupaten Tojo Una- Una
Strategy for Improving the Performance of Integrated Sub-district Administrative Service Officers (PATEN) in Una-Una Sub-district, Tojo Una-Una Regency
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis dan memahami kendala, dampak, serta peran keterlibatan masyarakat dalam meningkatkan kinerja petugas pelayanan administrasi terpadu kecamatan (PATEN) di Kecamatan Una-Una, dengan harapan untuk merumuskan strategi yang efektif dalam memperbaiki kualitas pelayanan publik. Fenomena pelayanan administrasi terpadu kecamatan (PATEN) di Kecamatan Una-Una, Kabupaten Tojo Una-Una, menunjukkan kinerja petugas yang cukup baik dalam prosedur dan disiplin, tetapi terhambat oleh keterlambatan pengesahan dokumen dari kabupaten serta fasilitas yang kurang memadai. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan orientasi strategi pengembangan, menggabungkan elemen fenomenologi untuk menangkap lived experience petugas dan masyarakat terhadap kinerja PATEN, serta grounded theory elements untuk merumuskan strategi baru dari data empiris. Metode pengumpulan data primer yang dirancang bersifat 100% kualitatif melalui triangulasi sumber-metode memastikan validitas dan kedalaman analisis fenomena pelayanan administrasi terpadu (PATEN) di Kecamatan Una-Una. Teknik ini melibatkan 32 informan kunci yang dipilih secara purposive dengan kriteria pengalaman minimal 2 tahun, mencakup Camat, 4 kepala bidang, 8 petugas PATEN, dan 20 tokoh masyarakat. Hasil penelitian tentang Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) di Kecamatan Una-Una mengidentifikasi kendala sistemik, strategi perbaikan NPM, dan peran masyarakat sebagai co-producer layanan publik. mengidentifikasi strategi NPM inklusif untuk meningkatkan kualitas petugas PATEN di Kecamatan Una-Una, dengan fokus pada optimalisasi SDM, digitalisasi, dan sinergi lintas pihak.
References
Berman, E. M. (2006). Performance measurement in U.S. counties: Revisiting the criteria. Public Productivityand Management Review, 29(4), 389-411.
Campbell, J. P. (1990). Modeling the performance prediction problem in industrial and organizational psychology. In
M. D. Dunnette & L. M. Hough (Eds.), Handbook of industrial and organizational psychology (2nd ed., Vol. 1, pp. 687-732). Consulting Psychologists Press.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Denhardt, R. B., & Denhardt, J. V. (2000). The new public service: Serving rather than steering. Public Administration Review, 60(6),549- 559. https://doi.org/10.1111/0033-3352.00117
Kaplan, R. S., & Norton, D. P. (1992). The balanced scorecard: Measures that drive performance. Harvard Business Review, 70(1), 71-79.
Lipsky, M. (1980). Street-level bureaucracy: Dilemmas of the individual in public services. Russell Sage Foundation.
Mangkunegara, A. A. A. P. (2017). Manajemen sumber daya manusia perusahaan. Remaja Rosdakarya.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook (2nd ed.). SAGE Publications.
Osborne, D., & Gaebler, T. (1992). Reinventing government: How the entrepreneurial spirit is transforming the public sector. Addison-Wesley.
Parasuraman, A., Zeithaml, V. A., & Berry, L. L. (1988).
SERVQUAL: A multiple- item scale for measuring consumer perceptions ofservice quality. Journal of Retailing, 64(1), 12-40.
Parmenter, D. (2010). Key performance indicators: Developing, implementing, and using winning KPIs (2nd ed.). John Wiley & Sons.
Pressman, J. L., & Wildavsky, A. (1984). Implementation: How great expectations in Washington are dashed in Oakland (3rd ed.). University of California Press.
Putnam, R. D. (1993). Making democracy work: Civic traditions in modern Italy. Princeton University Press. (Catatan: Disebutkan sebagai Putnam & Lipsky dalam konteks, disesuaikan dengan referensi standar).
Rhodes, R. A. W. (1997).
Understanding governance: Policy networks, governance, reflexivity and accountability. Open University Press.
Robbins, S. P., & Coulter, M. (2013). Management (12th ed.). Pearson.
Rogers, E. M. (2003). Diffusion of innovations (5th ed.). Free Press. Peraturan dan Dokumen Resmi:
Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. (2010). Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 4 Tahun 2010 tentang Pedoman Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan.
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia. (2025). Laporan Efisiensi Posyandu Digital NTB.
Penelitian Terdahulu: Cahya Fitra Nur. (2016). Analisis kendala pelayanan administrasi di Kulon Progo. [Sumber tesis tidak spesifik; disarankan verifikasi institusi].
Putra Surya Danu. (2014). SWOT kinerja pencatatan sipil Jawa. [Sumber tesis tidak spesifik]. Rahmawati Putri. (2012). Faktor pendidikan pelayanan di Bintan. [Sumber tesis tidak spesifik].
Ramdhani Vinitya Dwi. (2015). IKM pelayanan Yogyakarta. [Sumber tesis tidak spesifik].
Studi Mori Atas, IPDN. (2023). Strategi PATEN Mori Atas. Institut Pemerintahan Dalam Negeri.
Studi PATEN Gorontalo. (Tahun tidak spesifik). Korelasi kinerja-layanan r=0.95. Studi PATEN Medan Johor & Bojongsoang. (Tahun tidak
spesifik). IKM dan reliability.
