Hubungan Antara Beban Kerja dengan Motivasi Kerja Pada Tenaga Vokasi Farmasi di Apotek X Pekanbaru

The Relationship Between Workload and Work Motivation Among Pharmacy Technicians at Pharmacy X in Pekanbaru

  • Mira Febrina Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau - Indonesia
  • Yohandita Suci Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau - Indonesia
  • Wulan Desmawati Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau - Indonesia
  • Rahidatul 'Aisy Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau - Indonesia
  • Fauziah Cania Wulandari Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau - Indonesia
  • Nur Fadhilah Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau - Indonesia
Keywords: Apotek, Beban Kerja, Motivasi Kerja, Tenaga Vokasi, Farmasi, Pharmacy, Workload, Work Motivation, Vocational Staff, Pharmacy

Abstract

Motivasi kerja merupakan faktor penting dalam menunjang pelaksanaan pekerjaan. Motivasi kerja didefinisikan sebagai dorongan internal berupa keinginan atau kebutuhan yang mendorong seseorang untuk bekerja dan mencapai tujuan tertentu. Sementara itu, beban kerja merupakan sejumlah tugas atau aktivitas yang harus diselesaikan oleh individu atau kelompok dalam jangka waktu tertentu. Apotek X merupakan salah satu apotek besar di Pekanbaru yang menyediakan obat bebas, obat resep, serta alat kesehatan. Tingginya jumlah pasien yang datang menyebabkan tenaga kefarmasian harus melaksanakan berbagai tugas secara bersamaan, seperti pelayanan pasien, pencatatan administrasi, dan pengelolaan stok obat. Kondisi ini berpotensi menimbulkan beban kerja yang cukup tinggi dan dapat memengaruhi tingkat motivasi kerja tenaga kefarmasian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara beban kerja dengan motivasi kerja pada tenaga vokasi farmasi di Apotek X Pekanbaru dan diharapkan menjadi informasi bagi Apotek dan karyawan dalam mengelola tugas sesuai dengan kapasitas sehingga tercipta semangat kerja yang tinggi.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan deskriptif dengan metode pengumpulan data berupa skala untuk mengukur dua variabel, yaitu motivasi kerja dan beban kerja dan sampel yang digunakan berupa tenaga vokasi farmasi yakni 1 orang apoteker dan 3 orang asisten apoteker yang dipilih menggunakan teknik Purposive Sampling. Pengambilan data dilakukan melalui kuesioner yang diukur menggunakan skala Likert. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan perhitungan interval dan persentase yang disajikan dalam bentuk diagram batang. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara beban kerja motivasi kerja, dimana semakin kecil beban kerja maka motivasi kerja semakin meningkat. Rata-rata beban kerja berada pada kategori sedang sedangkan motivasi kerja berada pada kategori tinggi. Persentase tertinggi pada aspek motivasi kerja terdapat pada indikator rasa aman sebesar 83,33%, yang menunjukkan bahwa jaminan kerja mampu meningkatkan motivasi kerja meskipun beban kerja tergolong sedang

References

Afandi, P. 2021. Manajemen Sumber Daya Manusia. Pekan Baru.
Affandi, Azhar., A, Rozi., D, Sunarsi. (2021). Manajemen SDM Strategik: Strategi Mengelola Karyawan di Era 4.0. Banten: Bintang Visitama Publisher.
Aprilyanto, Mochamad D, dan Pratama, M. 2025. Analisis Pengaruh Beban Kerja dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan di Shopee Express Cabang Lamongan. Akademik: Jurnal Mahasiswa Ekonomi & Bisnis. Lamongan.
Diwyarthi., Ni, D, M, S. 2022. Teori Psikologi Industri dan Manajemen Sumber Daya Manusia. Pekalongan:NEM - Anggota IKAPI.
Fransiska.,Tupti. 2020. Pengaruh Komunikasi, Beban Kerja dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai.
Herzberg. 2016. Herzberg's motivation-hygiene theory and job satisfaction in the Malaysian retail sector: The mediating effect of love money. Isunway.
Mahawati., Eni. 2021. Analisis Beban Kerja dan Produktivitas Kerja. Yayasan Kita Menulis.
Mangkunegara, A, A, A, P. 2017. Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan, Bandung :Remaja Rosdakarya.
Nakita, Rizka, A. 2022. Hubungan Antara Beban Kerja dengan Motivasi Kerja Pada Karyawan Apotek Waralaba Area Semarang Selatan di Masa Pandemi Covid-19. Fakultas Psikologi: Semarang.
Pianda., Didik. 2018. Kinerja Guru. Sukabumi: Jejak.
Rahayu., Titik, S., Wiwik, A., dan Sih, A, L. 2022. Hubungan Antara Beban Kerja Perawat denganMotivasi Pelaksanaan Dokumentasi Asuhan Keperawatan di Irna I RSU Dr Saiful Anwar Malang. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 22(2): 849-852.
Rismawati., Mattalata. 2018. Evaluasi Kinerja: Penilaian Kinerja atas Dasar Prestasi Kerja Berorientasi ke Depan. Jakarta: Celebes Media Perkasa.
Santoso., Yussy. 2015. Organization Design and Job Analysis - Edisi Revisi. Jakarta: Gramedia.
Suraedah., H, Akib., M, Darwis. (2018). Beban Kerja Pegawai pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Gowa. FISUNM.
Suswati., Endang. 2020. Membangun Kinerja dan Motivasi Dalam Organisasi: Pendekatan riset. Malang: Media Nusa Creative.
Published
2026-05-24
Section
Article