Implementasi Terapi Elevasi Ekstremitas Bawah Pada Pasien Ulkus Diabetik Dengan Masalah Keperawatan Perfusi Perifer Tidak Efektif Di Ruangan Bougenville RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah
Implementation Of Lower Extremity Elevation Therapy In Diabetic Ulcer Patients With Ineffective Peripheral Perfusion Nursing Problems In The Bougenville Room Of The Undata Regional General Hospital, Central Sulawesi Province
Abstract
Pada penyandang DM dengan ulkus kaki diabetik seringkali mengalami berbagai masalah yang dapat mempengaruhi kualitas hidup mereka, salah satunya gangguan perfusi perifer. Penelitian ini merupakan studi kasus tunggal bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh terapi elevasi ekstremitas bawah terhadap perfusi perifer pada pasien ulkus diabetik.
Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Sampel penelitian ini adalah pasien ulkus diabetik yang datang di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. instrumen pengumpulan data meliputi lembar observasi perfusi perifer, standar oprasional prosedur terapi elevasi ekstremitas bawah, lembar pengkajian keperawatan luka akademi keperawatan Justitia.
Hasil penelitian ditemukan dari pengkajian luka pada pasien, setelah diberikan implementasi terapi elevasi ekstremitas bawah selama 2 kali dalam sehari dilakukan selama 6 hari terjadi perubahan sirkulasi perifer yang di tandai dengan penurunan pembengkakan dan nyeri.
Kesimpulan dari penelitian ini bahwa terapi elevasi ektremitas bawah dapat memperbaiki sirkulasi perifer pada ulkus diabetik dengan masalah perfusi perifer tidak efektif.
Saran untuk penelitian lebih lanjut dengan sampel lebih besar dan evaluasi jangka panjanag diperlukan untuk memvalidasi dan menggeneralisasi temuan ini.
References
Suprasno, L., Purnomo, H., Mu awanah, M. awanah, Mudhofar, M. N., Suhardono, S., & Oktalina, R. R. (2023). Efektivitas Teknik Elevasi Ekstremitas Bawah Dalam Proses Pemulihan Ketidakefektifan Perfusi Jaringan Perifer Pada Ulkus Diabetikum. Jurnal Studi Keperawatan, 4(2), 10–13. https://doi.org/10.31983/j-sikep.v4i2.10199.
Pebrianti, S., Fakultas Keperawatan, D., Padjadjaran Bandung, U., Tahta Pramudya, A., Rumah Sakit Umum Daerah dr Slamet Garut Jawa Barat, P., Pratiwi, Y., Program Studi Ilmu Keperawatan STIKes Yayasan Kesejahteraan Perawat Banyumas Jawa Tengah, D., Program Studi Ilmu Keperawatan, D., & Yayasan Kesejahteraan Perawat Banyumas Jawa Tengah, Stik. (2018). LATIHAN EKTREMITAS BAWAH PADA PASIEN DENGANULKUS KAKI DIABETIK: LITERATURE REVIEW. The Journal of Holistic Healthcare), 12(1), 45–49. https://ejurnal.malahayati.ac.id/index.php/hjk.
Reanita, F., Sriwahyuni, & Suarnianti. (2022). Pengaruh Peningkatan Kadar Gula Darah Sewaktu Terhadap Peningkatan Tekanan Darah Pada Penderita Diabetes Melitus. Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan, 2(3), 320. https://doi.org/https://doi.org/10.35892/jimpk.v2i3.765.
Indah Sri Agustina, Yesi Hasneli N, & Erwin Erwin. (2024). Pengaruh Senam Apiyu Terhadap Kadar Glukosa Darah Pasien Diabetes Mellitus (DM) Tipe II Di Puskesmas Rejosari Kota Pekanbaru. Jurnal Medika Nusantara, 2(1), 89–101. https://doi.org/10.59680/medika.v2i1.898
Suryanti, & Pudjiati, D. (2025). Prevalensi Komplikasi Makrovaskuler dan Mikrovaskuler pada Penyandang Diabetes Melitus. Medical Journal of Nusantara (MJN), 4(1), 1–11. https://doi.org/10.55080/mjn.v4i1.1273.
Wijayanti, D. R., & Warsono, W. (2022). Penerapan buerger allen exercise meningkatkan perfusi perifer pada penderita diabetes melitus tipe II. Ners Muda, 3(2), 156–165. https://doi.org/10.26714/nm.v3i2.8266.
Luselya Tubalawony S, Parinussa N. Hubungan Lama Menderita Dan Komplikasi Dengan Kualitas Tidur Pasien Diabetes Melitus. J Ilm Glob Educ. 2023;4(2):502–8.






