Pengembangan Model Manajemen Pemulihan Lingkungan Pasca Bencana Gempa Bumi Dan Likuifaksi Kelurahan Petobo Kota Palu
Abstract
Environmental damage and changes caused by natural disasters certainly require appropriate, holistic, and sustainable environmental recovery management. Therefore, this study aims to examine the development of an environmental recovery management model following the earthquake and liquefaction disaster in Petobo Subdistrict, Palu City. This research employed a descriptive qualitative method using a Participatory Rural Appraisal (PRA) approach, interviews, and data collection, with the research subjects being the residents of Petobo Subdistrict. The study was conducted over approximately two months and was in Petobo Subdistrict. The results of this study indicate that the community of Petobo Subdistrict has carried out environmental recovery in a holistic manner by involving various aspects, including the local community, government, and private social institutions. The recovery management applied is the contract–expand management model. The Petobo community has fulfilled the five management functions and disaster management principles in accordance with Law Number 24 of 2007 on Disaster Management.
References
Alfarizi, L. M. (2015). SPM Kesehatan Masyarakat Dalam Penanggulangan Bencana Alam Sebagai Upaya Pemenuhan HAM Sesuai Dengan UU N0 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan. Jurnal Pembaharuan Hukum, II(2), 279–286.
Alexander, D. (2002). Principles of Emergency Planning and Management. Oxford: Oxford University Press. prinsip-prinsip dasar dalam perencanaan dan manajemen darurat, dengan fokus pada kesiapsiagaan, tanggap darurat, pemulihan, dan mitigasi bencana.
Baidhawy, Z. (2015). The Role of Faith-Based Organization in Coping with Disaster Management and Mitigation: Muhammadiyah’s Experience. Journal of Indonesian Islam, 9(2), 177. https://doi.org/10.15642/jiis.2015.9.2.167-194 diakses 20 juni 2024 18.00wita
Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2023). Laporan Kinerja BNPB Tahun 2023. Jakarta: BNPB.
BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana). (2008). Perka BNPB Nomor 11 Tahun 2008 tentang Pedoman Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana. Perka BNPB, 11(3), 463-466
Budiyanto, M. N., Santosa, P. I., & Sumaryono, S. (2012). Purwarupa Sistem Peringatan Dini Awan Panas Gunungapi Berbasis Sistem Informasi Geografis (Kasus Gunung Merapi di Perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta). Jurnal Nasional Teknik Elektro Dan Teknologi Informasi (JNTETI), 1(1), 24–30. https://doi.org/10.22146/JNTETI.V1I1.5
Douglas, H. (2022). Sampling Techniques for Qualitative Research. Dalam M. R. Islam, N. A. Khan, & R. Baikady (Eds.), Principles of Social Research Methodology (hlm. 29-44). Singapore: Springer
Febriana, Sugiyanto, D., & Abubakar, Y. (2015). Kesiapsiagaan Masyarakat Desa Siaga Bencana Dalam Menghadapi Gempa Bumi di Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh. Ilmu Kebencanaan (JIKA) Pascasarjana Univeritas Syiah Kuala, 2(3), 41–49.
Gunawan, H. (2023). Analisis Peran Masyarakat Pesisir terhadap Ketahanan Pasca Bencana Alam di Desa Pesisir. Jurnal Kelautan dan Perikanan Terapan (JKPT), 1, 47-52.
Haddow, G., Bullock, J., & Coppola, D. (2020). Introduction to Emergency Management (6th ed.). Butterworth-Heinemann.
Holling, C. S. (1973). Resilience and Stability of Ecological Systems. Annual Review of Ecology and Systematics, 4, 1-23.
Indartono, S. (2013). Pengantar Manajemen?: Character Inside. Yogyakarta
International Strategy for Disaster Reduction. (2004). Living with Risk: A Global Review of Disaster Reduction Initiatives. United Nations.
Keraf, Sonny, 2010, Etika Lingkungan Hidup, Kompas Media Nusantara, Jakarta.
Moethar Daniel, dkk. (2006). Participatory Rural Appraisal: A Brief Guide for Extension Workers. Halaman 15.
Otto Soemarwono, 1994, Ekologi Lingkungan Hidup dan Pembangunan, Djambatan, Bandung.
Petley, D. (2018). A Holistik Approach to Disaster Management: Case Studies from Southeast Asia. Natural Hazards Review, 19(3), 251-267.
Peling dan Uitto Ulum, M. C. (2014). Manajemen bencana: Suatu pengantar pendekatan proaktif. Universitas Brawijaya Press
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2020 Tentang Rehabilitasi Dan Reklamasi Hutan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 137)
Peraturan Menteri Kehutanan Repulik Indonesia Nomor P4/Menhut-II/2011 tentang Pedoman Reklamasi Hutan
Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2021 Tentang Pelaksanaan Kegiatan Rehabilitasi Hutan Dan Lahan
Purnama, S. G. (2017). Modul manajemen bencana. Badung
Qomarun. (2007). Model Complement and Focus dalam Penanganan Pasca Bencana Tahap Rehabilitasi (Studi Kasus Peristiwa Gempa Bumi di Klaten, 27 Mei 2006). Warta, 10(1), 43–52
Setiadi, B. (2020). Innovation and Natural Resource Management in Indonesia. Bandung: ITB Press.
Smith, K. (2012). Environmental Hazards: Assessing Risk and Reducing Disaster. Routledge. Hal. 45-67.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 167)
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 102, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4744.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 140
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Pemukiman. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 1
W.Griffin,. (2017). Management: Principles and Applications (edisi ke-12). Cengage Learning. Halaman 5-6.
Wahyu Prawesthi. Politik Kehutanan dalam Penegakan Hukum Lingkungan dan Pengendalian Pengurangan Resiko Bencana, Jurnal Kajian Politikn dan Masalah Pembangunan, Vol. 12 Nomor 01 Tahun 2016
Wilonoyudho, S. (2007). Perencanaan kota berbasis manajemen bencana. Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan, 9(2), 163–170
Wulansari, D., Darumurti, A., & Hartomi Akta Padma Eldo, D. (2017). Pengembangan Sumber Daya Manusia Dalam Manjemen Bencana. Journal of Governance and Public Policy, 4(3), 1–15
Wisner, B., Blaikie, P., Cannon, T., & Davis, I. (2012). At Risk: Natural Hazards, People's Vulnerability and Disasters.
Yudhistira, 2008, Kajian Dampak Kerusakan Lingkungan Akibat Kegiatan Penambangan Pasir di Daerah Kawasan Gunung Kabupaten Magelang.
Copyright (c) 2025 Jurnal Forbis Sains

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

